Wamendukbangga

Wamendukbangga Dorong MBG Sekolah Fokus pada Pangan Segar Berkualitas

Wamendukbangga Dorong MBG Sekolah Fokus pada Pangan Segar Berkualitas
Wamendukbangga Dorong MBG Sekolah Fokus pada Pangan Segar Berkualitas

JAKARTA - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menekankan pentingnya penggunaan pangan segar dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Ia meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menggunakan produk pangan olahan atau ultra-processed food (UPF). Langkah ini bertujuan memastikan pemenuhan gizi optimal bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Larangan Penggunaan UPF

“UPF tidak boleh diberikan kepada balita non-PAUD, ibu hamil dan ibu menyusui dan itu kami tekankan kepada SPPG,” ujar Wamen Dukbangga saat meninjau dapur SPPG Celuk II. 

Alasannya, produk olahan telah melalui banyak proses industri sehingga kandungan gizi tidak seoptimal bahan pangan segar. Penerapan larangan ini diharapkan menjaga kualitas gizi makanan yang diberikan kepada sasaran program 3B.

Menu MBG juga diperhatikan untuk kelompok sasaran lain, seperti pelajar, agar tetap terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Protein dari daging ayam, buah, dan sayuran segar menjadi fokus utama penyusunan menu harian. Dengan demikian, setiap porsi MBG tidak hanya mencukupi kebutuhan kalori, tetapi juga seimbang secara gizi.

Produksi dan Penyaluran MBG

Kepala SPPG Celuk II menjelaskan bahwa setiap hari pihaknya memproduksi 2.719 porsi makanan yang dikerjakan oleh 43 karyawan. MBG tersebut seluruhnya menggunakan bahan pangan alami dan bebas UPF. “Kami salurkan kepada dua TK, dua SD, dua SMK dan Posyandu Banjar Celuk,” ujarnya.

Proses produksi dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan kualitas bahan baku. Tim dapur memastikan setiap menu memenuhi kebutuhan gizi sasaran. Penyaluran juga dilakukan tepat waktu agar masyarakat menerima MBG dalam kondisi terbaik.

Kunjungan Wamendukbangga

Wamen juga menyerahkan paket MBG kepada ibu hamil di Banjar Pagutan Kaja, Batubulan. Salah satu penerima, I Gusti Indah Widiari, mengandung anak keempat dengan usia kandungan trimester kedua. Ia menerima jatah MBG dua kali per minggu sejak awal Januari, dengan menu bervariasi seperti buah, jajanan, dan lauk pauk.

“Terima kasih kepada pemerintah yang memberi MBG kepada ibu hamil, semoga selalu bermanfaat karena ini meringankan,” ucapnya saat menerima paket MBG. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Wamendukbangga untuk memastikan program berjalan sesuai target. Ia juga meninjau penyaluran MBG untuk balita dan ibu menyusui di wilayah Gianyar.

Manfaat MBG bagi Kesehatan

Program MBG bertujuan memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan, khususnya 3B. Pangan segar yang dikonsumsi membantu pertumbuhan balita, kesehatan ibu hamil, dan kualitas ASI bagi ibu menyusui. Implementasi menu berbasis bahan alami menjadi kunci keberhasilan program ini.

Penggunaan bahan segar juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Tim SPPG menyampaikan bahwa menu dikombinasikan dengan variasi agar menarik bagi anak-anak dan ibu hamil. Hal ini diharapkan meningkatkan partisipasi penerima program secara konsisten.

Komitmen BKKBN dalam Program Gizi

Wamendukbangga menegaskan komitmen BKKBN untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan MBG. Setiap dapur SPPG wajib memenuhi standar gizi dan kebersihan. “Kami ingin memastikan setiap makanan bergizi diberikan tepat sasaran dan bermanfaat maksimal,” katanya.

Monitoring dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan seluruh penerima menerima MBG sesuai jadwal. Dengan pengawasan intensif, BKKBN berharap program ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendukung pembangunan keluarga sejahtera. Kepatuhan SPPG terhadap aturan ini menjadi tolok ukur keberhasilan implementasi program.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index