SPKLU

PLN Tulungagung Siagakan SPKLU, Dukung Perjalanan Mudik Lebaran 2026

PLN Tulungagung Siagakan SPKLU, Dukung Perjalanan Mudik Lebaran 2026
PLN Tulungagung Siagakan SPKLU, Dukung Perjalanan Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - PLN Unit Layanan Pelanggan Tulungagung menyiapkan sejumlah fasilitas pengisian kendaraan listrik untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. 

Total ada 5 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan beberapa Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) untuk sepeda motor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemudik dengan kendaraan listrik tetap dapat mengisi daya secara lancar.

Manajer ULP PLN Tulungagung, Dhodit Hari Seputro, menjelaskan bahwa lokasi SPKLU tersebar di beberapa titik strategis. “Untuk di kantor PLN ada 3 SPKLU, sedangkan di Hotel Narita ada 2 SPKLU,” ujarnya. Selain itu, fasilitas SPLU untuk motor listrik juga tersedia di kantor ULP Tulungagung dan cabang wilayah lain seperti Ngunut dan Campurdarat.

Dhodit menambahkan, SPLU tambahan tersedia di selatan Jembatan Ngujang 2, Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol. Di lokasi tersebut, pengisian menggunakan sistem token. Sementara SPKLU dan SPLU lain dapat diakses melalui aplikasi My PLN, sehingga pengguna bisa merencanakan pengisian lebih fleksibel.

Lokasi dan Sistem Pengisian SPKLU

SPKLU yang disediakan untuk mobil listrik menggunakan daya besar, sedangkan SPLU untuk sepeda motor lebih ringan. Tarif dasar yang diterapkan sekitar Rp 2.466 per kWh. “Kalau untuk mobil memang spesifik, butuh daya besar,” tegas Dhodit. Sistem ini memastikan semua kendaraan mendapatkan pasokan listrik sesuai kebutuhan.

Di Tulungagung, sebagian pemilik mobil listrik tetap menunggu di mobil selama pengisian, ada pula yang memanfaatkan ruang tunggu yang telah disiapkan PLN. Layanan ini memudahkan pengguna melakukan pengisian sambil beristirahat. Adanya ruang tunggu juga menambah kenyamanan pemudik yang menempuh perjalanan jauh.

Penggunaan aplikasi My PLN mempermudah pemilik kendaraan dalam merencanakan perjalanan. Informasi kapasitas baterai, lokasi SPKLU, dan perkiraan waktu pengisian dapat diakses secara real-time. Dengan demikian, perencanaan perjalanan lebih efisien dan tidak menimbulkan kendala selama mudik.

Prediksi Kenaikan Penggunaan SPKLU

Sehari-hari, ada sekitar 10-15 mobil listrik yang memanfaatkan SPKLU di Tulungagung. Jumlah ini meningkat sekitar 40 persen dibanding setahun sebelumnya. Peningkatan penggunaan menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik yang semakin tinggi menjelang Lebaran.

Meski diprediksi arus mudik akan menambah kunjungan, Dhodit yakin fasilitas yang ada masih cukup. “Pastinya akan ada kenaikan kunjungan mobil listrik. Berdasar pengalaman 2 tahun terakhir, masih bisa cover kebutuhan,” ujarnya. Hal ini menjadi indikator kesiapan PLN menghadapi lonjakan penggunaan listrik kendaraan.

Peningkatan kepemilikan mobil listrik juga mendorong PLN menyiapkan fasilitas tambahan. Dengan adanya SPKLU dan SPLU yang memadai, pemudik tidak perlu khawatir kehabisan daya. Sistem pengisian yang terintegrasi melalui My PLN membuat perjalanan lebih terencana dan aman.

Fasilitas dan Kenyamanan Pemudik

PLN juga menyiapkan ruang tunggu bagi pemilik mobil listrik selama proses pengisian. Ruang ini memberikan opsi bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak. Beberapa pemilik tetap berada di mobil, sedangkan yang lain bisa menikmati fasilitas ruang tunggu yang nyaman.

Mobil listrik memang menawarkan biaya operasional lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Namun, perjalanan membutuhkan perencanaan matang. Berbeda dengan mobil BBM yang bisa mengakses SPBU di banyak titik, pengisian kendaraan listrik harus diperhitungkan jaraknya.

Pemudik disarankan memanfaatkan aplikasi My PLN untuk merencanakan perjalanan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengetahui kapasitas baterai, lokasi pengisian, serta waktu yang dibutuhkan. Dengan cara ini, perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik tetap lancar dan efisien.

Strategi PLN Hadapi Arus Mudik

Persiapan SPKLU dan SPLU ini menjadi bagian dari strategi PLN dalam menghadapi arus mudik Lebaran. Layanan yang disiapkan telah mempertimbangkan lokasi strategis dan volume kendaraan listrik yang meningkat. Hal ini memastikan pemudik tetap nyaman dan tidak terganggu kendala pengisian daya.

PLN menekankan pentingnya perencanaan perjalanan bagi pengguna mobil listrik. Dengan fasilitas yang ada, diharapkan semua pemudik bisa menikmati perjalanan aman dan nyaman. Strategi ini sekaligus mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Seiring meningkatnya jumlah pemilik mobil listrik, PLN berkomitmen menjaga kualitas layanan. Peningkatan SPKLU dan SPLU, ruang tunggu, dan integrasi melalui aplikasi menjadi solusi praktis. Dengan begitu, mudik Lebaran 2026 bagi pemilik kendaraan listrik dapat berlangsung lancar dan aman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index