JAKARTA - Mudik Lebaran 2026 menjadi momentum penting bagi pengguna mobil listrik yang melintasi Tol Trans Jawa.
Selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, pengemudi juga perlu merencanakan titik pengisian daya secara cermat. Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum menjadi faktor krusial agar perjalanan tetap lancar tanpa hambatan berarti.
Pihak PLN sebelumnya berkomitmen melakukan peningkatan kapasitas unit pengisian daya. Langkah ini bertujuan mempercepat proses pengisian sekaligus meningkatkan efisiensi perputaran kendaraan di rest area. Dengan kapasitas yang lebih besar, potensi antrean diharapkan dapat ditekan selama periode mudik.
“PLN berkomitmen tentunya akan mengganti SPKLU yang masih 22 atau 40 menjadi 180, sehingga insya-allah nanti pada mudik, baik Imlek maupun Idul Fitri, tidak ada antrean yang berarti,” kata Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, di Tangerang.
Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan infrastruktur kelistrikan menyambut lonjakan mobilitas masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik nasional.
Sebaran SPKLU di Puluhan Rest Area
Saat ini fasilitas SPKLU telah tersedia di puluhan rest area sepanjang Tol Trans Jawa. Berdasarkan data terkini, terdapat 53 rest area yang sudah dilengkapi unit pengisian dengan berbagai kapasitas daya. Kehadiran fasilitas ini memberi rasa aman bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
Di rest area Trans Jawa, tersedia pengisian arus bolak-balik atau AC hingga pengisian cepat arus searah atau DC fast charging. Pengguna dapat menyesuaikan jenis pengisian dengan kebutuhan perjalanan dan kapasitas baterai kendaraan. Fleksibilitas ini membantu memperkirakan waktu istirahat sekaligus durasi pengisian daya.
Meski infrastruktur terus ditingkatkan, perencanaan tetap menjadi kunci utama. Jumlah unit di setiap rest area masih terbatas dibandingkan potensi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik dan balik. Oleh karena itu, pemudik disarankan menyusun strategi pengisian sejak sebelum berangkat.
Daftar Rest Area SPKLU Wilayah Barat
Berikut daftar rest area yang menyediakan fasilitas SPKLU di sepanjang Tol Trans Jawa. Pada Tol Jagorawi tersedia Rest Area KM 10A dengan DC 60 kW, Rest Area KM 21B dengan DC 50 kW, serta Rest Area KM 45A dengan DC 60 kW. Di Tol Jakarta–Tangerang terdapat Rest Area KM 13A dengan DC 60 kW dan Rest Area KM 14B dengan AC dan DC 82,5 kW.
Untuk Tol Jakarta–Cikampek tersedia Rest Area KM 6B dengan AC 22 kW, DC 25 kW, dan DC 200 kW. Rest Area KM 19A serta KM 19B masing-masing menyediakan DC 50 kW dan DC 24 kW, sementara Rest Area KM 39A serta KM 42B memiliki DC 50 kW. Rest Area KM 57A dan KM 62B menyediakan AC 22 kW, DC 50 kW, serta DC 200 kW.
Pada ruas Cipularang tersedia Rest Area KM 72A dan KM 72B dengan DC 50 kW serta DC 24 kW. Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B menyediakan AC 22 kW serta DC 24–200 kW, sedangkan Rest Area KM 97B memiliki DC 60 kW dan KM 125B memiliki DC 120 kW.
Di Tol Padaleunyi tersedia Rest Area KM 147A dengan DC 50 kW dan DC 200 kW serta KM 149B dengan DC 50 kW dan DC 24 kW.
Daftar Rest Area SPKLU Wilayah Tengah
Pada Tol Palikanci terdapat Rest Area Travoy KM 207A dengan AC 24 kW serta DC 24–100 kW dan Rest Area KM 208B dengan DC 50 kW serta DC 24 kW. Untuk Tol Batang–Semarang tersedia Rest Area Travoy KM 360B dengan DC 50 kW serta Rest Area Travoy KM 379A dengan AC 7,4–22 kW dan DC 66–200 kW.
Rest Area Travoy KM 389B memiliki AC 7,4–22 kW serta DC 50–100 kW dan Rest Area Travoy KM 391A menyediakan DC 50 kW.
Di ruas Semarang–Solo tersedia Rest Area KM 424B, KM 429A, dan KM 439A masing-masing dengan DC 50 kW. Rest Area KM 444B menyediakan DC 50 kW serta DC 200 kW, sedangkan KM 456B memiliki AC 7,4 kW. Rest Area KM 487A dan KM 487B masing-masing menyediakan DC 50 kW.
Pada ruas Solo–Ngawi–Kertosono tersedia Rest Area Travoy KM 519A/B dengan DC 24 kW dan DC 50 kW. Rest Area Travoy KM 538A/B menyediakan DC 22 kW serta DC 50 kW, sementara Rest Area Travoy KM 575A/B memiliki AC 22 kW serta DC 50–100 kW.
Rest Area Travoy KM 597A/B menyediakan DC 22 kW dan DC 50 kW serta Rest Area Travoy KM 626A/B memiliki AC 22 kW serta DC 100–200 kW.
Daftar Rest Area SPKLU Wilayah Timur
Memasuki wilayah Jawa Timur, Tol Surabaya–Mojokerto menyediakan Rest Area Travoy KM 725A dengan AC 22 kW serta DC 50–100 kW. Rest Area Travoy KM 726B di ruas yang sama memiliki DC 50 kW. Fasilitas ini mendukung kelancaran perjalanan menuju kawasan timur Pulau Jawa.
Pada Tol Surabaya–Gempol dan Pandaan–Malang tersedia Rest Area KM 753B dan KM 754A dengan DC 50 kW. Rest Area Travoy KM 66A/B serta KM 84A/B juga dilengkapi DC 50 kW. Sementara itu di Tol Gempol–Pasuruan tersedia Rest Area Travoy KM 792A/B dengan DC 50 kW.
Dengan sebaran tersebut, pengguna mobil listrik memiliki banyak pilihan titik pengisian sepanjang Tol Trans Jawa. Perjalanan mudik Lebaran 2026 pun diharapkan berlangsung lebih nyaman dan terencana. Infrastruktur yang semakin merata menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.