Menbud Fadli

Menbud Fadli Bertemu Dubes Jerman Untuk Perkuat Kerja Sama Bidang Kebudayaan

Menbud Fadli Bertemu Dubes Jerman Untuk Perkuat Kerja Sama Bidang Kebudayaan
Menbud Fadli Bertemu Dubes Jerman Untuk Perkuat Kerja Sama Bidang Kebudayaan

JAKARTA - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, bertemu dengan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, membahas penguatan kerja sama kebudayaan. 

Pertemuan ini mencakup pembaruan nota kesepahaman (MoU) dan strategi diplomasi budaya yang relevan dengan dinamika global. Menbud Fadli Zon menegaskan hubungan kedua negara memiliki fondasi kuat sejak 1988 melalui Agreement on Cultural Cooperation.

“Kami ingin memperkuat kerja sama dengan Republik Federal Jerman. Indonesia dan Jerman memiliki kerangka perjanjian kerja sama kebudayaan sejak 1988. Jadi mungkin ini saatnya untuk kita perbaharui kerja sama tersebut,” ujar Menbud Fadli Zon. 

Pembaruan MoU diharapkan menyesuaikan prioritas dan perkembangan kedua negara, sehingga kerja sama kebudayaan lebih strategis dan relevan.

Langkah ini menjadi titik awal bagi kedua negara untuk memperluas cakupan kolaborasi budaya, termasuk di bidang pendidikan, pertukaran seni, dan penelitian sejarah. Fadli Zon menekankan pentingnya menyesuaikan kerja sama dengan kebutuhan kontemporer. Pendekatan ini juga membuka peluang inovasi dalam proyek-proyek kebudayaan bersama.

Penguatan Rumah Budaya Indonesia di Jerman

Selain pembaruan MoU, pembahasan juga mencakup pengembangan Rumah Budaya Indonesia sebagai platform promosi budaya di Jerman. Kehadiran rumah budaya ini bertujuan mempererat hubungan antarmasyarakat dan mempromosikan seni serta tradisi Indonesia secara lebih luas. 

“Kami ingin memperkuat hubungan antarmasyarakat dengan kehadiran Rumah Budaya Indonesia di Jerman. Sekarang kita punya Rumah Budaya Indonesia di KBRI Berlin,” tutur Menbud Fadli Zon.

Rumah Budaya Indonesia di Berlin menjadi jembatan bagi seni, musik, tari, dan kuliner untuk dikenal masyarakat Jerman. Selain itu, rumah budaya juga menjadi pusat interaksi akademik dan pertukaran budaya yang mendorong pemahaman lintas negara. Dengan demikian, diplomasi budaya tidak hanya bersifat formal, tetapi juga melibatkan masyarakat luas.

Penguatan Rumah Budaya juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk menggelar program kreatif yang relevan dengan generasi muda. Kegiatan ini diharapkan memperluas jaringan kerjasama dengan institusi budaya lokal di Jerman. Strategi ini mendukung visi Indonesia untuk memperkuat posisi budaya nasional di panggung internasional.

Dialog Repatriasi Fosil dan Objek Sejarah

Pertemuan juga membahas rencana dialog terkait repatriasi sejumlah fosil yang berada di Jerman, termasuk 13 fosil Manusia Purba Sangiran di Museum Senckenberg.

Langkah ini bertujuan mengembalikan aset budaya dan sejarah yang memiliki nilai penting bagi pendidikan dan penelitian di Indonesia. Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya negosiasi diplomatis yang menjaga kepentingan kedua pihak.

Selain itu, diskusi co-production film mengenai Georg Eberhard Rumphius, seorang naturalis Jerman yang tinggal di Ambon, menjadi bagian dari strategi memperkuat kolaborasi budaya. 

Proyek film ini diharapkan menghadirkan karya bersama yang menceritakan sejarah dan kontribusi ilmiah Rumphius. Dengan demikian, kolaborasi ini juga mendukung promosi warisan budaya kepada publik internasional.

Ralf Beste menyambut baik langkah-langkah tersebut dan menekankan perlunya pendekatan berbeda dalam repatriasi objek cagar budaya. 

“Bidang kebudayaan seperti sejarah, film, buku, serta diskusi repatriasi perlu kita bangun kerangkanya melalui pendekatan yang berbeda dan dapat disesuaikan. Kerja sama di bidang permuseuman juga tidak kalah pentingnya,” kata Ralf Beste. Dialog ini memperkuat saling pengertian dan menghormati nilai sejarah masing-masing negara.

Kerja Sama di Bidang Film, Buku, dan Permuseuman

Selain aspek sejarah, kedua pihak menekankan pengembangan kerja sama di bidang film, buku, dan permuseuman. Kolaborasi ini termasuk co-production film, pertukaran koleksi buku, dan pameran budaya. Tujuannya untuk menciptakan dampak luas pada diplomasi budaya dan pemahaman lintas negara.

Menbud Fadli Zon menambahkan, penguatan sektor permuseuman menjadi prioritas dalam proyek kolaborasi. Hal ini termasuk pengembangan pameran bersama dan pertukaran kuratorial yang meningkatkan pengetahuan publik. 

Inisiatif ini diharapkan memperkuat citra Indonesia di mata dunia dan meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya.

Ralf Beste menegaskan, kerja sama harus fleksibel dan adaptif terhadap perubahan global. Langkah-langkah ini juga memungkinkan kedua negara merancang program budaya yang lebih kreatif dan berdampak luas. Dengan strategi ini, Indonesia dan Jerman dapat memperkuat posisi masing-masing dalam diplomasi budaya internasional.

Persiapan Kunjungan Presiden Jerman ke Indonesia

Menbud Fadli Zon juga menyampaikan kesiapan menyambut kunjungan Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, ke Indonesia. Pertemuan ini direncanakan pada 9 Maret 2026 dan menjadi kesempatan strategis memperkuat kerja sama bilateral. 

Selain itu, rencana pertemuan dengan Direktur Frankfurt Book Fair juga akan mendukung promosi karya budaya Indonesia di pasar internasional.

Kunjungan kenegaraan ini diharapkan membuka peluang diskusi lebih luas terkait proyek-proyek budaya, pendidikan, dan penelitian. Fadli Zon menekankan bahwa diplomasi budaya menjadi bagian penting dalam hubungan bilateral yang harmonis. 

Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan pertukaran pengalaman, inovasi, dan pengembangan kebudayaan kedua negara.

Kedatangan Presiden Jerman juga menjadi momentum untuk meninjau implementasi kerja sama yang telah diperbarui. Dengan agenda ini, Indonesia dapat menegaskan komitmen pada diplomasi budaya dan memajukan posisi internasional. Kegiatan ini diharapkan memperkuat hubungan politik, ekonomi, dan budaya yang saling menguntungkan.

Mendorong Budaya Indonesia Dikenal Global

Melalui seluruh rangkaian kerja sama, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memajukan budaya Indonesia di dunia internasional. Diplomasi budaya dijalankan melalui platform nyata seperti Rumah Budaya, pameran, film, dan buku. 

Pendekatan ini memungkinkan Indonesia menampilkan kekayaan budaya sekaligus meningkatkan pengaruh di panggung global.

Menbud Fadli Zon menegaskan, kerja sama dengan Jerman merupakan model bagi diplomasi budaya dengan negara lain. “Melalui kolaborasi ini, budaya Indonesia akan semakin dikenal dan diapresiasi dunia internasional,” ujarnya. 

Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan warisan budaya yang kaya dan beragam.

Dengan pembaruan MoU, penguatan Rumah Budaya, repatriasi fosil, dan kolaborasi film serta buku, kerja sama Indonesia-Jerman menjadi lebih komprehensif. Strategi ini diharapkan memperluas akses masyarakat internasional terhadap budaya Indonesia. 

Pada akhirnya, langkah-langkah ini membangun fondasi diplomasi budaya yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index