All England 2026

Jafar-Felisha Siap Berjuang Tembus Semifinal All England 2026 dengan Strategi Matang

Jafar-Felisha Siap Berjuang Tembus Semifinal All England 2026 dengan Strategi Matang
Jafar-Felisha Siap Berjuang Tembus Semifinal All England 2026 dengan Strategi Matang

JAKARTA - Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, menyambut All England 2026 dengan antusiasme tinggi. 

Debut mereka menjadi sorotan bersama sejumlah pebulutangkis muda seperti Alwi Farhan, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin. Persiapan di Pelatnas PBSI dianggap sudah cukup matang untuk menghadapi tantangan internasional.

Felisha mengatakan tingkat kesiapan fisiknya mencapai 90-95 persen. "Bicara persentase, saya sendiri meyakini tingkat kesiapan saya di angka 90-95 persen," ujarnya. Jafar pun menegaskan kesiapan serupa, menilai kondisi fisiknya relatif matang setelah menjalani program latihan lebih lama dibanding Felisha.

Persiapan Fisik dan Mental

Jafar menekankan pentingnya kesiapan fisik untuk menjaga konsistensi permainan. Program latihan yang dijalani telah menyesuaikan dengan kondisi setempat agar mereka bisa beradaptasi lebih cepat. Felisha menambahkan, meski sudah siap, mental tetap harus dijaga agar tidak mudah terpengaruh tekanan turnamen besar.

Meski Felisha sempat cedera tangan, pemulihan berjalan baik sehingga kondisi fisiknya mendekati maksimal. Jafar menilai pengalaman latihan panjang membantunya memahami ritme permainan internasional. "Kami tinggal menjalani program aklimatisasi menyesuaikan diri terhadap kondisi setempat," kata Felisha.

Debutan dengan Penuh Rasa Penasaran

Sebagai debutan, mereka belum memiliki gambaran tentang atmosfer megah All England. Felisha mengaku tenang, namun mungkin akan gugup saat tiba di Birmingham Arena. "Kami di sini sih tenang-tenang saja seperti biasa ya, tapi mungkin pas sudah tiba di sana nanti baru terasa gugup," ujarnya.

Jafar menambahkan bahwa hasil drawing pertandingan juga belum diketahui. Mereka belum tahu akan berhadapan dengan siapa sehingga pengalaman turnamen ini menjadi murni persiapan dan adaptasi. Felisha menekankan pentingnya tidak terlalu fokus pada reputasi turnamen, melainkan konsentrasi pada pertandingan per pertandingan.

Fokus Match by Match

Jafar/Felisha bertekad untuk melangkah dari satu pertandingan ke pertandingan lain dengan maksimal. Felisha menjelaskan, “Kita lebih fokus menjalani pertandingan demi pertandingan. Kalau harapan, paling bawah ya, minimal bisa sampai semifinal.”

Jafar pun menegaskan strategi yang sama. "Saya juga sama mengincar semifinal, tapi fokus satu-satu saja dulu. Match by match," katanya. Pendekatan ini menekankan pentingnya konsistensi dan mental yang stabil selama turnamen berlangsung.

Target Semifinal dan Harapan di Turnamen

Meskipun masih debutan, Jafar/Felisha menaruh ambisi besar di All England 2026. Mereka sadar bahwa turnamen ini memiliki sejarah panjang dan reputasi sakral di dunia bulutangkis. Felisha mengingatkan untuk tidak terjebak oleh ekspektasi, namun tetap menaruh harapan realistis.

Semangat mereka terlihat dari performa sebelumnya di Indonesia Masters 2026. Di turnamen itu, mereka sukses melaju ke semifinal setelah mengalahkan unggulan Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk menghadapi atmosfer kompetitif All England.

Felisha menekankan pentingnya menikmati proses turnamen. "Cuma jangan terlalu difokusin ke situ," ucapnya sambil tersenyum. Jafar dan Felisha berkomitmen untuk menjaga konsistensi, belajar dari tiap pertandingan, dan memanfaatkan peluang terbaik yang muncul.

Dengan persiapan matang, fokus match by match, serta dukungan dari Pelatnas PBSI, pasangan muda ini menatap All England 2026 dengan optimisme. Target mereka jelas: setidaknya menembus semifinal, sambil menyerap pengalaman yang akan sangat berharga untuk karier jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index