Mendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penambahan Anggaran Pendidikan

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:42:16 WIB
Mendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penambahan Anggaran Pendidikan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan anggaran pendidikan pada 2026 akan meningkat signifikan. 

Sebagian besar dana dialokasikan untuk revitalisasi sekolah dan digitalisasi satuan pendidikan di seluruh Indonesia. "Kami sampaikan bahwa anggaran pendidikan pada tahun 2026 insyaallah akan mengalami peningkatan yang signifikan," ujar Abdul Mu’ti.

Peningkatan anggaran ini diharapkan memberi dampak nyata pada kualitas pendidikan. Kementerian telah mengajukan tambahan Rp 100 triliun kepada DPR RI untuk program prioritas tersebut. Jika disetujui, dana ini akan mendorong pembangunan infrastruktur pendidikan secara masif dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan anggaran juga menjadi momentum untuk memperkuat dukungan digital di sekolah. Setiap satuan pendidikan akan mendapat fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan mampu menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

Target Revitalisasi 71.000 Sekolah

Salah satu fokus utama adalah revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia. Pada 2025, hanya 16.161 unit sekolah yang mendapatkan perbaikan, namun pada 2026 pemerintah menargetkan 71.000 sekolah. 

"Revitalisasi yang pada tahun 2025 untuk 16.161 unit, insyaallah 2026 akan ditambah 60.000 sehingga totalnya menjadi 71.000 sekian satuan pendidikan, jadi ada peningkatan insyaallah," kata Abdul.

Selain infrastruktur fisik, revitalisasi mencakup penguatan digitalisasi di sekolah. Pengadaan layanan internet atau ISP akan ditingkatkan menjadi dua hingga tiga titik akses per sekolah. Hal ini dilakukan untuk mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi dengan kapasitas lebih besar.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan. Sekolah yang direvitalisasi juga akan lebih nyaman dan aman untuk siswa. Dengan demikian, siswa dapat belajar secara optimal dalam lingkungan yang mendukung.

Penguatan Digitalisasi Sekolah

Selain revitalisasi fisik, Kemendikdasmen menekankan pentingnya penguatan digitalisasi. Pengadaan layanan internet di tiap sekolah menjadi fokus utama pada 2026.

"Sehingga kami sudah mengajukan bantuan ke DPR untuk penambahan anggaran untuk program-program tersebut yang insyaallah nilainya kalau disetujui bisa di atas Rp 100 triliun. Jadi jauh sekali penambahan dana," jelas Abdul.

Digitalisasi di sekolah mencakup akses internet yang stabil dan cepat. Tujuannya untuk mendukung pembelajaran online, penelitian, dan pengembangan kompetensi siswa. Setiap sekolah akan mendapat layanan teknologi yang memadai agar proses belajar lebih efektif.

Peningkatan fasilitas digital juga menjadi langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan modern. Siswa di kota tier dua dan tiga akan menikmati layanan setara sekolah di kota besar. Hal ini membantu meratakan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Dampak Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dirasakan manfaatnya oleh ribuan sekolah. Hingga saat ini, 288.845 dari total 434.812 satuan pendidikan telah menerima program ini. Angka tersebut setara dengan 66,5 persen dari seluruh sekolah di Indonesia.

Hasil penelitian kerja sama dengan Lab Sosio UI menunjukkan MBG membantu murid mendapatkan pangan bergizi. Program ini memberikan manfaat khusus bagi kelompok sosial ekonomi rendah. "Kami ada penelitian kerjasama dengan lab sosio UI yang hasilnya kami sampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu membantu murid dalam mendapatkan pangan bergizi khususnya kelompok sosio ekonomi rendah," ujar Abdul.

Selain urusan gizi, MBG meningkatkan motivasi belajar siswa. Pengalaman makan bersama menciptakan suasana menyenangkan di sekolah. "Yang ketiga, MBG sangat disukai dan dirasakan manfaatnya oleh murid. Program ini diharapkan berlanjut dan ditingkatkan kualitasnya," tambah Abdul.

Harapan dan Strategi Pendidikan Nasional

Dengan kenaikan anggaran dan revitalisasi sekolah, kualitas pendidikan nasional diharapkan meningkat. Infrastruktur yang baik dan fasilitas digital memudahkan proses belajar mengajar. Program ini juga memberi peluang bagi semua siswa untuk mengakses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah.

Revitalisasi dan digitalisasi sekolah menjadi strategi utama dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Akses internet yang lebih baik mendukung pembelajaran daring dan pengembangan kompetensi siswa. Dengan langkah ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi mendatang.

Peningkatan anggaran, revitalisasi fisik, dan digitalisasi bersamaan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih modern. Siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas. Strategi ini juga memastikan semua satuan pendidikan mampu mengikuti perkembangan teknologi dan globalisasi pendidikan.

Terkini