JAKARTA - Mudik Lebaran menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk berkumpul dengan keluarga.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat antusiasme tinggi masyarakat dalam memesan tiket Lebaran 1447 Hijriah. Hingga awal Maret, sebanyak 83.346 tiket telah terjual, menandakan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api terus meningkat.
KAI Palembang menekankan bahwa penyediaan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu menjadi prioritas utama. Tiga kereta api akan melayani perjalanan selama masa Angkutan Lebaran dari 11 Maret hingga 1 April 2026. Hal ini sekaligus menjadi ajang KAI menunjukkan kesiapan menghadapi lonjakan arus penumpang.
“Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api semakin baik. KAI berkomitmen memastikan perjalanan yang selamat, tepat waktu, dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan keseriusan KAI dalam menghadirkan pengalaman mudik yang berkualitas.
Rincian Penjualan Tiket Kereta
Tiga kereta yang akan melayani masyarakat adalah KA Bukit Serelo, KA Rajabasa, dan KA Sindang Marga. KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau mencatat penjualan 15.112 tiket atau 108 persen dari kapasitas, sedangkan relasi sebaliknya 16.347 tiket atau 117 persen.
Data ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api.
Sementara itu, KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang terjual 20.731 tiket atau 111 persen dari kapasitas, dan relasi sebaliknya terjual 23.004 tiket atau 123 persen. Penjualan tiket KA Sindang Marga relatif lebih rendah, yakni 4.813 tiket untuk Kertapati–Lubuk Linggau dan 3.429 tiket untuk sebaliknya. Perbedaan angka ini mencerminkan variasi minat masyarakat pada setiap rute.
Tingkat penjualan yang melebihi kapasitas pada beberapa kereta menunjukkan kesiapan masyarakat untuk mudik dengan kereta api. KAI pun menegaskan akan menyesuaikan operasional agar pelayanan tetap lancar. Upaya ini menjadi bentuk tanggung jawab KAI dalam menjamin mobilitas masyarakat selama Lebaran.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
KAI Divre III Palembang memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18–19 Maret 2026. Total penumpang diperkirakan mencapai 9.436 orang atau 123 persen dari kapasitas. Sementara arus balik diprediksi berlangsung 27–29 Maret 2026 dengan total pergerakan 11.426 penumpang atau 100 persen dari kapasitas.
Prediksi ini memungkinkan KAI menyiapkan strategi operasional yang tepat. Penyesuaian jadwal, penambahan armada, dan pengaturan layanan tiket menjadi langkah untuk mengurangi kepadatan. Hal ini bertujuan agar setiap penumpang mendapatkan pengalaman mudik yang nyaman dan aman.
KAI juga mengimbau masyarakat mempersiapkan keberangkatan dengan memastikan data identitas sesuai saat pendaftaran tiket. Langkah ini menjadi bagian penting agar tiket dapat diterbitkan tanpa kendala. Kepatuhan penumpang terhadap prosedur ini juga membantu kelancaran arus penumpang secara keseluruhan.
Program Mudik Gratis untuk Masyarakat
Selain tiket reguler, KAI Palembang juga membuka program Mudik Gratis bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Bank Sumsel Babel.
Hingga awal Maret, sebanyak 1.872 orang atau sekitar 64 persen dari total 2.912 kuota telah mendaftar. Program ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mudik tanpa harus membeli tiket reguler.
Untuk keberangkatan 16 Maret, kuota KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau telah habis terdaftar. Sementara KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang mencatat 473 pendaftar atau 57 persen dari kapasitas.
Keberangkatan 17 Maret menunjukkan tren berbeda, di mana KA Bukit Serelo terisi 447 pendaftar atau 72 persen, dan KA Rajabasa 328 pendaftar atau 39 persen.
Pendaftaran dilakukan secara langsung di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan dan secara daring hingga kuota terpenuhi. Mekanisme ini memudahkan masyarakat untuk mengakses program Mudik Gratis. KAI menekankan agar data pendaftar valid sehingga perjalanan dapat berlangsung lancar.
Imbauan dan Persiapan Perjalanan
KAI mengimbau masyarakat segera memanfaatkan sisa kuota yang tersedia. Selain itu, penumpang diingatkan untuk memastikan data yang diinput sesuai identitas. Langkah ini agar tiket dapat diterbitkan tanpa hambatan dan proses keberangkatan berjalan lancar.
KAI juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dan kesiapan penumpang. Setiap penumpang diharapkan hadir lebih awal agar proses boarding dapat dilakukan dengan tertib. Hal ini sekaligus mendukung keamanan, kenyamanan, dan kelancaran seluruh perjalanan kereta api selama masa mudik.
Selain aspek teknis, KAI ingin menekankan nilai kebersamaan yang muncul saat mudik. “Momentum Angkutan Lebaran bukan sekadar periode peningkatan mobilitas, tetapi juga momen kebersamaan yang sarat makna bagi masyarakat,” kata Aida. Pesan ini menegaskan bahwa perjalanan mudik adalah waktu untuk mempererat silaturahmi dan menghadirkan rasa hangat bersama keluarga.
Makna Perjalanan Mudik dengan Kereta Api
Bagi KAI, memastikan perjalanan selamat dan nyaman menjadi prioritas. “Kami ingin memastikan setiap perjalanan bukan hanya sampai tujuan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh kehangatan,” tegas Aida. Pernyataan ini menegaskan misi KAI untuk menjadikan kereta api sebagai sarana mudik yang menyenangkan dan bermakna.
Kereta api juga menjadi simbol modernisasi transportasi yang tetap memprioritaskan kenyamanan penumpang. Setiap aspek perjalanan, mulai dari pembelian tiket hingga layanan di stasiun dan di kereta, diperhatikan dengan seksama. Strategi ini membangun kepercayaan masyarakat sehingga kereta api menjadi pilihan utama mudik Lebaran.
Dengan persiapan matang dan layanan berkualitas, KAI optimistis menghadapi lonjakan penumpang. Fokus pada keamanan, kenyamanan, dan pelayanan optimal menjadi kunci suksesnya Angkutan Lebaran 2026.
Semua upaya ini bertujuan agar perjalanan mudik tidak sekadar sampai tujuan, tetapi menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat.