Strategi Pemerintah Atur Penyeberangan Mudik Lebaran Agar Penumpang Tetap Nyaman

Senin, 02 Maret 2026 | 15:17:30 WIB
Strategi Pemerintah Atur Penyeberangan Mudik Lebaran Agar Penumpang Tetap Nyaman

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pengaturan ketat di pelabuhan penyeberangan untuk memastikan mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar. 

Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum memetakan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di satu titik. Upaya ini menjadi langkah antisipatif menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa mudik.

Strategi Pengaturan Pelabuhan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat menjelaskan, pengaturan berlaku di sejumlah pelabuhan strategis seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar, Padang Bai, hingga Lembar. 

“Kami sudah menetapkan pengaturan untuk memecah kepadatan dan mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan,” ujarnya. Prediksi peningkatan volume kendaraan menjadi dasar utama penerapan kebijakan ini.

Pengaturan mencakup penumpang pejalan kaki, sepeda, kendaraan bermotor, serta mobil barang sesuai golongan. Hal ini dimaksudkan agar arus mudik dan arus balik dapat berjalan tanpa hambatan. Penempatan kendaraan di pelabuhan tertentu juga memudahkan koordinasi antarinstansi terkait.

Pengaturan Angkutan ke Sumatera

Sebelum periode arus mudik dimulai, penumpang pejalan kaki dan kendaraan bermotor golongan II, III, IVa, IVb, Va, dan VIa diarahkan melalui Pelabuhan Merak menuju Sumatera. Sementara mobil barang golongan Vb, VIb, dan VII melalui Pelabuhan Ciwandan. Untuk golongan VIII dan IX, terdapat opsi melalui BBJ Bojonegara atau PT Krakatau Bandar Samudera menuju Pelabuhan Panjang.

Pedagang dan operator pelabuhan menilai pengaturan ini efektif untuk mengurangi kemacetan. “Dengan jalur yang jelas, kendaraan besar tidak menumpuk di satu pelabuhan,” kata salah satu pengelola pelabuhan. Hal ini juga memudahkan pemantauan kapasitas penyeberangan.

Pada arus balik, pengaturan serupa diterapkan mulai Senin hingga Minggu berikutnya. Penumpang pejalan kaki, sepeda, dan kendaraan bermotor golongan II, III, IVa, Va, VIa melalui Merak-Bakauheni. Mobil barang golongan IVb, Vb, VIb dengan dua sumbu juga masuk pengaturan ini agar perjalanan lebih lancar.

Pengaturan Angkutan ke Jawa

Untuk tujuan Jawa, sebelum arus mudik, penumpang pejalan kaki, sepeda, kendaraan bermotor golongan II, III, IVa, Va, dan VIa diarahkan melalui Pelabuhan Bakauheni. Mobil barang golongan IVb, Vb, VIb, VIII, dan IX memanfaatkan BBJ Muara Pilu. Jalur ini diatur agar kendaraan besar tidak mengganggu arus kendaraan pribadi dan sepeda.

Pada periode puncak arus mudik, golongan I, II, dan mobil barang tertentu tetap diarahkan ke pelabuhan utama. Golongan kendaraan berat menunggu di buffer zone jika ada pembatasan operasional. “Buffer zone ini memastikan kendaraan berat tidak mengganggu jalur utama,” kata petugas lapangan.

Pengaturan serupa dilakukan pada arus balik tujuan Jawa. Semua kendaraan golongan III, IVa, Va, VIa, dan beberapa mobil barang diarahkan ke Bakauheni-Bojonegara. Adanya jalur terpisah membuat arus balik lebih terkontrol dan aman bagi semua pengguna jalan.

Pengaturan Pelabuhan Pulau Bali dan NTB

Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Lembar, Tanjung Wangi, Gilimas, dan Dermaga Bulusan juga diatur ketat mulai periode mudik hingga arus balik. Prioritas diberikan pada pejalan kaki, sepeda, dan kendaraan golongan II, III, IVa, Va, VIa. Mobil barang golongan Vb hingga IX dilakukan pembatasan dan tidak menjadi prioritas utama.

Dermaga Movable Bridge diutamakan untuk pejalan kaki, sepeda, dan kendaraan golongan ringan. Dermaga LCM diperuntukkan mobil barang golongan IVb hingga IX. Kebijakan ini membantu menekan kepadatan di jalur utama penyeberangan, sehingga perjalanan lebih lancar.

Kendaraan golongan berat diarahkan ke Dermaga Bulusan atau jalur alternatif laut. Kendaraan menuju NTB memanfaatkan trayek Tanjung Wangi-Gilimas atau Jangkar-Lembar. Hal ini mempermudah distribusi kendaraan tanpa mengganggu arus transportasi umum dan wisatawan.

Efektivitas dan Persiapan Pelabuhan

Para petugas pelabuhan menilai pengaturan ini mempermudah koordinasi antara operator dan pengemudi. “Dengan arahan jelas, kita bisa menjaga kelancaran dan keselamatan,” ujar salah satu pengelola. Masyarakat diharapkan mengikuti aturan agar mudik Lebaran aman dan nyaman.

Buffer zone di beberapa titik strategis seperti rest area KM 172B dan KM 87B disiapkan bagi kendaraan golongan berat. Penempatan ini menjaga arus lalu lintas utama tetap lancar. Koordinasi intensif antara instansi terkait juga memastikan pengaturan berjalan sesuai rencana.

Pengaturan arus mudik dan arus balik di semua pelabuhan menjadi langkah preventif yang matang. Kesiapan ini menegaskan bahwa pemerintah fokus pada keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat. Dengan kepatuhan bersama, mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung tertib dan lancar tanpa kendala berarti.

Terkini