Bank Kecil Siapkan Strategi Efektif Menyambut Kenaikan Modal Inti Nasional

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:31:55 WIB
Bank Kecil Siapkan Strategi Efektif Menyambut Kenaikan Modal Inti Nasional

JAKARTA - Wacana penghapusan kategori bank berdasarkan modal inti (KBMI) I masih menjadi perhatian dunia perbankan. 

OJK berencana mendorong bank untuk naik kelas ke KBMI 2, di mana modal inti minimal Rp6 triliun. Bank-bank yang berada di kategori KBMI 1 harus menyiapkan langkah strategis untuk menyesuaikan permodalan mereka agar tetap kompetitif.

Dalam pengelompokan bank, KBMI 1 meliputi bank dengan modal inti di bawah Rp6 triliun, sedangkan KBMI 2 untuk bank dengan modal inti Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.

KBMI 3 dan KBMI 4 mencakup bank dengan modal lebih besar hingga di atas Rp70 triliun. Langkah penghapusan kategori ini dimaksudkan untuk mendorong efisiensi, stabilitas, dan kesiapan bank menghadapi tantangan bisnis yang lebih kompleks.

Bank KBMI 1 saat ini berada pada posisi yang harus menyesuaikan strategi modal. Bank-bank ini tengah menunggu kepastian regulasi dari OJK sebelum mengambil keputusan besar. Fokus utama mereka adalah memastikan pertumbuhan usaha tetap terjaga sambil mematuhi ketentuan baru.

Bank Ina Perdana Menunggu Kepastian Regulasi

Salah satu bank yang terdampak adalah Bank Ina Perdana Tbk., bagian dari Salim Group. Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan Bank Ina, Adhiputra Tanoyo, menegaskan perseroan masih menunggu aturan resmi dari OJK. 

“Modal kita sekarang sekitar Rp3,1 triliun. Kalau nanti OJK memutuskan semua harus Rp6 triliun, ya mau tidak mau pemegang saham harus menambah modal,” ujar Adhiputra.

Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini tentu memunculkan pertanyaan mengenai langkah strategis Bank Ina ke depan. Perseroan memilih bersikap hati-hati dalam merencanakan peningkatan modal. Keputusan final akan menunggu kepastian dari otoritas sehingga risiko dan manfaat dapat dianalisis dengan matang.

Dalam pernyataannya, Adhiputra menekankan pentingnya kesiapan modal untuk menjaga posisi bank di pasar. Penambahan modal dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Namun, manajemen tetap menekankan perlunya evaluasi menyeluruh sebelum implementasi kebijakan.

Tanggapan Bank Lain terhadap Kebijakan Modal

Bank KBMI 1 lainnya juga menanggapi wacana kenaikan modal inti tersebut. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hukum Bank Panin Dubai Syariah, Andri Latif, menyatakan bahwa perseroan belum memiliki rencana korporasi khusus. “Perseroan belum memiliki linimasa,” ujarnya, sambil menegaskan komitmen untuk mematuhi ketentuan OJK.

Di sisi lain, Bank Multiarta Sentosa Tbk. atau Bank MAS juga mengungkapkan kesiapan mengikuti regulasi. Manajemen menekankan akan terus memantau perkembangan dan berkomunikasi aktif dengan OJK. “Bank MAS sepenuhnya menghormati dan mendukung langkah strategis dan kebijakan yang diambil OJK,” ungkap pihak manajemen.

Setiap bank memiliki pendekatan berbeda, tergantung kondisi modal, struktur bisnis, dan prospek pertumbuhan. Beberapa bank akan fokus pada evaluasi keuangan dan perencanaan strategis. Lainnya menekankan kesiapan infrastruktur digital dan peningkatan layanan kepada nasabah.

Strategi dan Persiapan Bank Menghadapi Kenaikan Modal

Manajemen bank berencana menerapkan beberapa strategi dalam menghadapi kebijakan ini. Evaluasi kondisi keuangan, struktur bisnis, dan prospek usaha menjadi langkah awal. Perseroan juga menyiapkan infrastruktur TI dan sistem digital untuk mendukung transformasi dan efisiensi operasional.

Selain itu, tata kelola perusahaan dan manajemen risiko menjadi prioritas utama. Peningkatan modal akan diimbangi dengan penguatan efisiensi dan ekspansi bisnis secara terkendali. Tujuannya agar bank tetap sehat, kompetitif, dan mampu menghadapi tantangan pasar yang semakin kompleks.

Bank-bank juga berkomitmen menjaga kualitas layanan kepada nasabah. Strategi ini mencakup pengembangan produk, digitalisasi layanan, dan peningkatan kapasitas SDM. Dengan langkah-langkah tersebut, bank dapat menyeimbangkan kepatuhan regulasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Kondisi Modal dan Likuiditas Saat Ini

Saat ini, kondisi permodalan dan likuiditas bank KBMI 1 relatif sehat dan kuat. Rasio kecukupan modal telah memenuhi ketentuan OJK sehingga memberikan ruang untuk pertumbuhan usaha. “Fokus utama kami tetap pada pemberian layanan terbaik bagi stakeholder,” tegas manajemen.

Bank-bank memandang kenaikan modal inti sebagai peluang sekaligus tantangan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing, stabilitas, dan kapasitas mereka dalam menghadapi kebutuhan pasar. Persiapan matang dianggap penting agar transisi ke KBMI 2 berjalan lancar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, peningkatan modal menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan manajemen risiko. Bank akan menyesuaikan struktur internal dan strategi bisnis agar sejalan dengan regulasi baru. Dengan kesiapan ini, sektor perbankan diharapkan tetap tangguh dan adaptif menghadapi dinamika ekonomi.

Terkini