Menteri Luar Negeri Sugiono Dorong Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:12:21 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono Dorong Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan di Gaza

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghabekian Shahin. 

Pertemuan berlangsung di sela High-Level Segment Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swis. Sugiono menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan rakyat Palestina.

Menurut Sugiono, Indonesia siap memainkan peran lebih substansial dalam mendorong tercapainya perdamaian di Tanah Gaza. Dorongan ini dilakukan melalui Board of Peace dan International Stabilization Force (ISF). Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas dan keamanan wilayah.

Pertemuan bilateral ini menjadi ajang memperkuat kerja sama kemanusiaan antara kedua negara. Pembicaraan menekankan kepentingan rakyat sipil yang menjadi prioritas utama. Indonesia juga menyoroti perlunya dukungan internasional yang konsisten untuk Palestina.

Peran Indonesia dalam Perlindungan Sipil

Sugiono menjelaskan bahwa pengiriman prajurit TNI ke Gaza bertujuan melindungi warga sipil. “Fokus utama kontingen Indonesia adalah perlindungan warga sipil dan dukungan kemanusiaan,” ujarnya. Misi ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap prinsip kemanusiaan global.

Kontingen TNI akan bekerja sama dengan lembaga internasional untuk memastikan keselamatan masyarakat. Kehadiran mereka di Gaza juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko korban sipil akibat konflik. Langkah ini menegaskan bahwa dukungan Indonesia bukan hanya politik, tetapi juga konkret secara lapangan.

Selain itu, perlindungan sipil juga mencakup penyediaan bantuan logistik dan medis. Dengan begitu, warga yang terdampak konflik dapat memperoleh akses kebutuhan dasar. Keberadaan TNI diharapkan menjadi jembatan bagi bantuan kemanusiaan yang lebih efektif.

Dukungan Indonesia untuk Gencatan Senjata

Sugiono menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan gencatan senjata. Indonesia akan mendorong proses politik yang kredibel untuk mencapai Solusi Dua Negara. “Indonesia akan berupaya keras memastikan proses transisi yang sejalan dengan kepentingan rakyat Palestina serta prinsip-prinsip hukum internasional,” imbuhnya.

Partisipasi Indonesia dalam stabilisasi wilayah menunjukkan peran aktif negara dalam konflik internasional. Gencatan senjata yang berkelanjutan menjadi prasyarat tercapainya perdamaian. Indonesia juga bekerja untuk memastikan bahwa proses politik berjalan sesuai hukum internasional.

Selain itu, upaya diplomasi ini melibatkan koordinasi dengan berbagai negara dan organisasi internasional. Hal ini penting agar keputusan yang diambil mendukung kepentingan rakyat Palestina. Dengan pendekatan diplomatik, Indonesia berupaya meminimalkan eskalasi konflik di lapangan.

Konsolidasi Dukungan Internasional

Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia terus menggalang dukungan bagi Palestina di forum internasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi Palestina dalam perundingan global. Pendekatan diplomatik Indonesia menekankan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.

Selain itu, Indonesia merencanakan penyelenggaraan Sesi Khusus mengenai Palestina di Jakarta. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026, di sela rangkaian KTT D-8. Acara tersebut diharapkan menjadi platform untuk memperkuat dukungan internasional dan solidaritas global.

Upaya konsolidasi ini juga mencakup koordinasi dengan negara-negara sahabat dan organisasi kemanusiaan. Tujuannya adalah memastikan bantuan dan advokasi untuk rakyat Palestina berjalan konsisten. Indonesia ingin memastikan suara Palestina tetap terdengar di panggung internasional.

Komitmen Berkelanjutan Indonesia

Sugiono menegaskan bahwa dukungan Indonesia tidak berhenti pada forum internasional. Indonesia akan terus berpartisipasi aktif dalam segala bentuk upaya kemanusiaan. Langkah ini mencerminkan konsistensi negara dalam mendukung rakyat Palestina secara nyata.

Partisipasi Indonesia mencakup bantuan langsung, diplomasi, dan advokasi politik. Semua tindakan diarahkan untuk meningkatkan perlindungan warga sipil dan memperkuat perdamaian. Dengan demikian, peran Indonesia menjadi contoh kontribusi negara yang bertanggung jawab secara global.

Ke depan, Indonesia berkomitmen menjaga kerja sama bilateral dengan Palestina dan aktor internasional. Fokusnya tetap pada kesejahteraan rakyat dan stabilitas kawasan. Dengan pendekatan yang konsisten, Indonesia diharapkan dapat menjadi mediator yang efektif dan terpercaya.

Terkini