7 Buah yang Sebaiknya Dihindari Agar Perut Tidak Perih Saat Berbuka Puasa

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:11:15 WIB
7 Buah yang Sebaiknya Dihindari Agar Perut Tidak Perih Saat Berbuka Puasa

JAKARTA - Setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari, tubuh memerlukan asupan yang tepat saat azan magrib berkumandang. 

Banyak orang langsung memilih makanan atau minuman segar tanpa mempertimbangkan kondisi lambung yang masih sensitif. Padahal, keputusan pertama saat berbuka sangat menentukan kenyamanan pencernaan sepanjang malam.

Tak semua buah bagus dikonsumsi saat buka puasa. Kandungan serat hingga senyawa di dalamnya bisa memberikan efek samping untuk lambung. Berbuka puasa jadi momen paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus.

Menu segar sering jadi pilihan untuk mengawali santap malam. Buah-buahan kerap dianggap paling aman dan menyehatkan. Namun, tidak semua buah cocok dikonsumsi saat perut kosong.

Kondisi lambung setelah puasa cukup sensitif. Salah pilih buah justru bisa memicu perih, kembung, hingga lemas. Karena itu, penting memahami jenis buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat berbuka.

Buah Citrus dan Nanas Perlu Dihindari

Buah citrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit mengandung asam tinggi. Jika dikonsumsi saat perut kosong, dapat memicu iritasi lambung. Efeknya bisa berupa perih, mulas, heartburn (nyeri terbakar di dada), hingga gastritis.

Kondisi ini membuat perut tidak nyaman saat tubuh seharusnya beristirahat. Sensasi perih bisa muncul tak lama setelah mengonsumsinya. Oleh sebab itu, buah citrus kurang dianjurkan sebagai menu pembuka puasa.

Nanas mengandung enzim bromelain yang membantu pencernaan, tapi sifatnya terlalu keras jika dikonsumsi saat perut kosong. Asam dan gula alaminya bisa memicu perut perih. Kondisi ini dapat meningkatkan asam lambung dan menyebabkan tidak nyaman.

Karena itu, nanas kurang dianjurkan untuk menu buka puasa. Meskipun terasa segar dan manis, efeknya pada lambung bisa cukup kuat. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan asam lambung.

Apel dan Pepaya Bisa Picu Ketidaknyamanan

Apel kaya serat yang baik bagi tubuh. Namun, jika dimakan mentah saat perut kosong, seratnya bisa terasa berat bagi lambung. Efeknya dapat menimbulkan kembung dan rasa tidak nyaman.

Karena itu, apel sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan saat berbuka. Mengonsumsinya setelah makanan utama bisa menjadi pilihan lebih aman. Dengan begitu, lambung tidak bekerja terlalu keras sejak awal.

Pepaya dikenal baik untuk pencernaan. Namun bagi sebagian orang, buah ini bisa memicu efek laksatif ringan saat perut kosong. Lambung sensitif dapat bereaksi kurang nyaman setelah berbuka.

Kondisi ini bisa menimbulkan rasa mulas atau tidak nyaman. Meski sering dianggap ramah untuk pencernaan, waktu konsumsi tetap perlu diperhatikan. Terutama saat perut benar-benar kosong setelah puasa.

Semangka dan Mangga Pengaruhi Gula Darah

Semangka kaya air dan gula alami yang menyegarkan. Namun, kandungan ini bisa memicu lonjakan gula darah saat berbuka. Setelah itu, kadar gula bisa turun cepat dan membuat tubuh lemas usai mengonsumsinya.

Efeknya juga dapat memicu rasa haus kembali. Kondisi tersebut tentu kurang ideal setelah seharian menahan dahaga. Oleh karena itu, semangka sebaiknya tidak dijadikan pilihan pertama saat berbuka.

Mangga lezat dan kaya vitamin, tetapi tinggi fruktosa. Jika dikonsumsi saat perut kosong, bisa membebani pencernaan. Efeknya dapat memicu rasa tidak nyaman hingga penurunan gula darah mendadak.

Kondisi ini membuat tubuh terasa lemas setelah berbuka. Padahal, momen berbuka seharusnya mengembalikan energi secara bertahap. Pemilihan buah yang kurang tepat justru bisa menimbulkan keluhan baru.

Pisang Aman Jika Waktu Konsumsinya Tepat

Pisang kaya kalium dan magnesium yang baik bagi tubuh. Namun, mineral ini bisa mengganggu lambung jika dikonsumsi saat perut kosong. Efeknya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Sebaiknya pisang dimakan setelah perut terisi agar lebih aman. Menggabungkannya dengan makanan lain membantu menyeimbangkan reaksinya di lambung. Cara ini juga dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Memilih buah saat berbuka bukan berarti harus menghindarinya sepenuhnya. Kuncinya terletak pada waktu dan cara konsumsi yang tepat. Dengan memahami karakter tiap buah, perut tetap nyaman dan ibadah puasa berjalan lancar.

Terkini