BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 23 Februari 2026 | 09:18:45 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia

JAKARTA - Perubahan dinamika atmosfer kembali meningkatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. 

Masyarakat di berbagai daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi. Peringatan ini disampaikan menyusul temuan sistem tekanan rendah dan sirkulasi siklonik yang terpantau aktif.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengidentifikasi kemunculan sistem tekanan rendah dan sirkulasi siklonik yang memicu hujan lebat di wilayah Indonesia. Fenomena ini berpengaruh terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di sejumlah kawasan. Dampaknya diperkirakan dirasakan di berbagai provinsi dalam waktu bersamaan.

Menindaklanjuti temuan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di 11 provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin, 23 Februari 2026. 

Imbauan ini ditujukan agar masyarakat dapat mengantisipasi risiko genangan maupun gangguan aktivitas. Kewaspadaan juga diperlukan terhadap kemungkinan kilat dan angin kencang.

Sistem Tekanan Rendah dan Sirkulasi Siklonik

Prakirawan BMKG, Lintang A.N., memaparkan sistem tekanan rendah terbentuk di Samudra Hindia barat daya Lampung. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan suplai uap air ke wilayah Indonesia bagian barat. Akibatnya, pertumbuhan awan konvektif menjadi lebih intens.

Pemantauan BMKG juga menemukan keberadaan sirkulasi siklonik di Filipina bagian selatan, Samudra Pasifik utara Papua, dan Kalimantan Barat. Sirkulasi tersebut memperkuat pertemuan massa udara di sejumlah wilayah. Interaksi atmosfer ini memicu peningkatan potensi hujan dengan intensitas tinggi.

Sistem atmosfer ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang melintasi Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Papua Tengah, hingga Papua. Daerah konvergensi menjadi titik temu angin yang memicu pembentukan awan hujan. Situasi ini memperluas wilayah terdampak cuaca signifikan.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi," tutur Lintang dalam siaran BMKG. Pernyataan ini menegaskan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi.

Wilayah Siaga Hujan Lebat

Kombinasi dinamika atmosfer tersebut memberikan dampak cuaca yang signifikan di sejumlah daerah. Sebanyak 11 provinsi masuk kategori berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat. Daerah-daerah ini diimbau meningkatkan kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Provinsi yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Kepulauan Riau, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Selain itu, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga masuk dalam daftar peringatan. Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Sulawesi Barat turut diimbau waspada.

Potensi hujan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas darat tetapi juga perairan. Intensitas hujan tinggi dapat memicu peningkatan debit sungai dan genangan. Oleh karena itu, masyarakat diminta berhati-hati terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.

Prakiraan Kota dengan Hujan Petir dan Sedang

Untuk kota-kota besar, sejumlah wilayah diprakirakan mengalami hujan disertai petir. Daerah tersebut antara lain Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Bengkulu, dan Bandar Lampung. Jakarta, Semarang, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Selor, Denpasar, Kupang, Ternate, dan Nabire juga berpotensi mengalami kondisi serupa.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Serang, Palangkaraya, Surabaya, Mamuju, dan Merauke. Kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan meskipun tidak seintens hujan lebat. Aktivitas luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan cuaca.

Wilayah lain diprediksi mengalami hujan ringan seperti Medan, Pangkalpinang, Samarinda, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Kendari, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya. 

Adapun kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Ambon, dan Manokwari. Masyarakat di seluruh wilayah tersebut tetap disarankan memantau informasi terkini dari BMKG.

Imbauan Kesiapsiagaan Masyarakat

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Masyarakat diminta memastikan saluran air bersih dari sumbatan guna mencegah genangan. Pengendara juga diimbau berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang saat hujan lebat.

Selain itu, warga di wilayah pesisir dan perbukitan perlu meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan tinggi berpotensi memicu gelombang tinggi serta longsor di daerah rawan. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat menjadi langkah penting dalam mitigasi risiko.

Dengan memahami prakiraan cuaca secara menyeluruh, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal. Informasi resmi dari BMKG menjadi rujukan utama dalam menghadapi kondisi atmosfer yang dinamis. Kewaspadaan bersama diharapkan mampu meminimalkan dampak dari potensi hujan lebat dan petir.

Terkini