ASDP Siap Layani Penyeberangan Lebaran 2026 dengan Layanan Optimal

Senin, 23 Februari 2026 | 09:18:39 WIB
ASDP Siap Layani Penyeberangan Lebaran 2026 dengan Layanan Optimal

JAKARTA - Periode Angkutan Lebaran selalu menjadi momen krusial bagi sektor transportasi nasional. 

Lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan menuntut kesiapan layanan yang matang dan terukur. PT ASDP Indonesia Ferry memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara menyeluruh menghadapi Lebaran 2026.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan kesiapan layanan penyeberangan menjelang Angkutan Lebaran 2026. Ia menyampaikan bahwa berbagai penguatan telah dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Fokus utama perusahaan adalah memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan tertib.

Menurutnya, PT ASDP telah mempersiapkan penguatan armada, fasilitas pelabuhan, sistem operasional, serta koordinasi intensif antarinstansi. Langkah ini dirancang agar arus kendaraan dan penumpang dapat terkelola dengan baik. Seluruh pengaturan dilakukan secara terintegrasi demi menghindari hambatan selama masa mudik.

Penguatan Armada dan Fasilitas Pelabuhan

Heru menyebut seluruh pengaturan dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, tertib, dan tidak menghambat distribusi kendaraan maupun logistik. Penataan operasional menjadi prioritas agar arus kendaraan tetap lancar. Selain itu, fasilitas pendukung di pelabuhan juga diperkuat untuk menunjang pelayanan.

“Pelayanan optimal menjadi prioritas sehingga pengalaman penyeberangan tetap terjaga selama periode mudik,” ujar Heru dalam keterangan tertulis. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen ASDP dalam menjaga kualitas layanan. Pengalaman pengguna jasa menjadi perhatian utama sepanjang musim mudik.

Merujuk proyeksi regulator, lintasan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni diperkirakan dilalui sekitar enam juta penumpang pada musim Lebaran mendatang. Angka tersebut menunjukkan potensi lonjakan signifikan dibanding hari biasa. Karena itu, kesiapan armada dan dermaga menjadi faktor penting.

Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Kendaraan

Menjawab potensi lonjakan tersebut, ASDP menyiagakan 75 kapal sesuai pengaturan operasional. Selain itu, Dermaga Ekspres ditambah menjadi dua unit guna mempercepat proses pelayanan. Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi waktu tunggu penumpang dan kendaraan.

Heru memastikan percepatan proses muat kendaraan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan maupun kenyamanan pengguna jasa. Keseimbangan antara kecepatan layanan dan standar keamanan menjadi prinsip utama. Dengan sistem yang terorganisir, kepadatan di area pelabuhan dapat diminimalkan.

“Untuk mendukung operasional, ASDP menyiagakan 1.197 personel di Merak dan 786 personel di Bakauheni,” tuturnya. Penempatan personel dalam jumlah besar ini bertujuan memperkuat pengawasan dan pengaturan lapangan. Kehadiran petugas diharapkan mampu menjaga ketertiban selama arus mudik.

Dukungan Personel dan Koordinasi Intensif

Menurutnya, langkah ini dilakukan guna memastikan pengaturan kendaraan, pelayanan penumpang, serta pengawasan keselamatan berjalan maksimal. Koordinasi antarinstansi juga dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Sinergi lintas pihak menjadi kunci kelancaran operasional.

Penguatan sistem operasional tidak hanya mencakup armada dan personel, tetapi juga manajemen arus kendaraan. Pengaturan jadwal keberangkatan serta distribusi kendaraan dilakukan dengan perencanaan matang. Dengan pendekatan tersebut, potensi antrean panjang dapat ditekan.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kesiapan infrastruktur. Evaluasi rutin dilakukan guna memantau perkembangan situasi di lapangan. Setiap potensi kendala diidentifikasi lebih awal agar dapat segera ditangani.

Imbauan Pemesanan Tiket Lebih Awal

Heru juga mengajak masyarakat melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui Ferizy yang dapat diakses sejak H-60. Langkah ini penting untuk menghindari kepadatan pembelian tiket di hari keberangkatan. Dengan reservasi lebih awal, penumpang dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang.

Sistem digitalisasi tiket melalui Ferizy diharapkan mempercepat proses check-in di pelabuhan. Selain memudahkan pengguna jasa, sistem ini juga membantu pengaturan kapasitas kapal. Transparansi jadwal dan kuota menjadi keunggulan dalam mendukung kelancaran arus mudik.

Dengan berbagai persiapan tersebut, ASDP optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar. Penguatan armada, fasilitas, personel, serta sistem operasional menjadi fondasi utama pelayanan. Komitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib terus dijaga demi mendukung mobilitas masyarakat selama musim mudik.

Terkini