Cara Aman Penderita Hipertensi Jalani Puasa Tanpa Lonjakan Tekanan Darah

Jumat, 20 Februari 2026 | 09:58:19 WIB
Cara Aman Penderita Hipertensi Jalani Puasa Tanpa Lonjakan Tekanan Darah

JAKARTA - Bulan puasa sering menjadi momen refleksi sekaligus ujian bagi kesehatan, terutama bagi pengidap hipertensi. 

Perubahan jadwal makan dari pagi, siang, dan malam menjadi hanya sahur dan berbuka membuat tubuh perlu beradaptasi. Dalam kondisi ini, menjaga tekanan darah tetap stabil menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Menjaga tekanan darah tetap stabil saat berpuasa menjadi tantangan tersendiri bagi penderita hipertensi. Kondisi ini semakin berat ketika pola makan saat berbuka dan sahur tidak terkontrol. Konsumsi garam berlebih, makanan olahan, hingga kebiasaan makan yang keliru bisa memicu lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba.

Karena itu, pengaturan menu menjadi faktor kunci agar ibadah tetap berjalan lancar. Disiplin dalam memilih makanan membantu tubuh beradaptasi dengan ritme baru selama Ramadhan. Tanpa kontrol yang baik, risiko komplikasi dapat meningkat.

Kunci Utama Pengaturan Asupan Garam

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata menegaskan bahwa kunci utama puasa aman bagi penderita hipertensi terletak pada pengaturan asupan garam. Ia juga menekankan pentingnya pemilihan makanan yang tepat baik saat berbuka maupun sahur. Dengan langkah yang benar, tekanan darah dapat tetap terkontrol sepanjang hari.

Penderita hipertensi harus secara sadar membatasi konsumsi garam selama berpuasa. Garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja jantung. Kebiasaan kecil seperti menambahkan garam atau saus secara berlebihan perlu dihindari.

"Hindari makanan yang banyak mengandung garam, seperti kerupuk, keripik, ikan asin, telur asin ya, dan juga makanan kalengan," kata Johanes. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa makanan tinggi natrium sebaiknya dijauhi. Terlebih lagi, makanan olahan umumnya menyimpan kandungan garam tersembunyi.

Makanan olahan, menurut Johanes, umumnya mengandung garam dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi berulang, risiko tekanan darah naik menjadi lebih besar. Hal ini semakin berisiko ketika tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan selama puasa.

Disiplin Minum Obat dan Konsultasi Dokter

Selain menjaga pola makan, penderita hipertensi tetap harus disiplin menjalani pengobatan. Puasa bukan alasan untuk menghentikan konsumsi obat yang telah diresepkan. Konsistensi minum obat menjadi bagian penting dari pengendalian tekanan darah.

Penyesuaian waktu minum obat sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Langkah ini diperlukan agar tekanan darah tetap stabil sepanjang hari meski jadwal makan berubah. Konsultasi juga membantu mencegah efek samping akibat perubahan waktu konsumsi obat.

Kepatuhan terhadap terapi medis menunjukkan komitmen menjaga kesehatan selama berpuasa. Pengobatan dan pola makan sehat harus berjalan beriringan. Tanpa keduanya, risiko tekanan darah melonjak tetap terbuka.

Manfaat Buah Segar untuk Tekanan Darah

Untuk membantu menurunkan tekanan darah secara alami, Johanes menganjurkan konsumsi buah segar secara rutin. Buah-buahan mengandung kalium yang berperan menetralkan efek natrium terhadap tekanan darah. Asupan ini dapat dimasukkan dalam menu berbuka maupun sahur.

"Buah-buahan ini banyak mengandung kalium yang dapat menurunkan efek buruk dari natrium terhadap tekanan darah," ujarnya. Kandungan kalium membantu menjaga keseimbangan cairan dan tekanan dalam pembuluh darah. Dengan begitu, tekanan darah lebih mudah dikendalikan.

Buah dapat dikonsumsi setelah salat tarawih maupun saat sahur dengan porsi yang tetap terkontrol. Johanes menyarankan satu porsi buah berukuran sekitar kepalan tangan pria dewasa. Pengaturan porsi penting agar asupan gula alami tetap seimbang.

Namun, ia mengingatkan agar buah tidak dikonsumsi dalam bentuk jus. Buah dalam bentuk jus cenderung tinggi gula tetapi rendah serat. Proses pengolahan sering kali menghilangkan bagian penting dari buah itu sendiri.

"Padahal seratnya dibuang-buang. Serat itu penting untuk membuat kita merasa cepat kenyang dan juga penting untuk membantu kita lancar buang air besar," katanya. Serat membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga kesehatan pencernaan. Karena itu, buah utuh lebih dianjurkan dibandingkan jus.

Membangun Kebiasaan Sehat Selama Ramadhan

Dengan memperhatikan pola makan, penderita hipertensi tetap dapat menjalani puasa dengan aman. Menghindari makanan tinggi garam, mengonsumsi buah segar dalam porsi wajar, serta tetap rutin minum obat menjadi langkah penting. Kombinasi ini membantu mencegah tekanan darah naik drastis selama Ramadhan.

Pengaturan yang tepat tidak hanya menjaga tekanan darah tetap stabil. Kebiasaan ini juga membantu membangun pola makan yang lebih sehat dan terkontrol. Momentum puasa dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki gaya hidup.

Pada akhirnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Bagi pengidap hipertensi, puasa menjadi kesempatan untuk melatih disiplin menjaga kesehatan. Dengan strategi yang tepat, ibadah tetap khusyuk dan kondisi tubuh tetap terjaga.

Terkini