Industri Motor Roda Dua RI Tunjukkan Ketahanan Tinggi di Tengah Tantangan Ekonomi

Jumat, 20 Februari 2026 | 08:58:00 WIB
Industri Motor Roda Dua RI Tunjukkan Ketahanan Tinggi di Tengah Tantangan Ekonomi

JAKARTA - Industri kendaraan bermotor roda dua Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang impresif. 

Meski menghadapi dinamika pasar domestik dan global, sektor ini mampu mempertahankan pertumbuhan stabil. Keunggulan tersebut menegaskan peran penting industri motor roda dua sebagai penggerak manufaktur nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan, sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung perekonomian. Kontribusi industri motor roda dua terlihat signifikan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” ujarnya.

Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin menambahkan, keberhasilan ini tak lepas dari strategi adaptif industri otomotif. Perusahaan mampu menghadapi perubahan tren dan permintaan konsumen. Sektor kendaraan roda dua terbukti tangguh dalam menjaga stabilitas produksi dan penjualan.

Pertumbuhan Pasar Domestik dan Ekspor

Pasar domestik kendaraan roda dua pada tahun 2025 mencatat penjualan lebih dari 6,4 juta unit. Angka ini meningkat 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan permintaan yang stabil. Selain itu, kinerja ekspor juga mendukung pertumbuhan industri secara keseluruhan.

Total ekspor mencapai sekitar 540 ribu unit CBU dengan nilai mencapai Rp10,5 triliun. Hasil ini memperlihatkan kemampuan industri motor Indonesia bersaing di pasar internasional. Permintaan di ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika terus mendorong volume ekspor.

Pencapaian ini menegaskan posisi industri roda dua sebagai tulang punggung manufaktur. Perusahaan lokal semakin menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap regulasi dan persyaratan pasar global. Hasilnya adalah pertumbuhan yang berkelanjutan dan ketahanan industri yang kuat.

Kontribusi PT TVS Motor Company Indonesia

PT TVS Motor Company Indonesia menjadi contoh nyata kontribusi industri motor roda dua nasional. Perusahaan telah memproduksi lebih dari 1 juta unit kendaraan roda dua dan roda tiga sejak beroperasi. Pencapaian ini memperkuat struktur industri serta mendukung ekspor dan penggunaan komponen lokal.

Setia menambahkan, TVS menunjukkan komitmen tinggi terhadap investasi dan kepatuhan regulasi. Total investasi mencapai sekitar 250 juta dolar AS atau setara Rp4,12 triliun. Perusahaan juga menyerap ratusan tenaga kerja langsung dan sekitar 8.000 tenaga kerja tidak langsung melalui jaringan distribusi dan pemasok.

Hingga awal 2026, produksi TVS melayani pasar domestik sekaligus ekspor ke berbagai kawasan internasional. Perusahaan ini menjadi bukti nyata bahwa industri motor roda dua Indonesia memiliki daya tahan tinggi. Keberhasilan TVS turut mendorong pertumbuhan ekosistem otomotif nasional.

Peningkatan TKDN dan Dukungan Pemerintah

Sejumlah produk TVS memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan digunakan dalam program pemerintah. Hal ini memperlihatkan sinergi antara industri dan regulasi nasional. Penggunaan produk lokal mendukung pengembangan industri motor roda dua yang lebih mandiri.

Program pengadaan pemerintah mencakup kementerian hingga pemerintah daerah. Produk TVS yang memenuhi TKDN digunakan secara luas dalam berbagai proyek. “Sejumlah produk TVS telah memenuhi persyaratan TKDN dan digunakan dalam berbagai program pengadaan pemerintah, baik di kementerian maupun pemerintah daerah,” jelas Setia.

Kolaborasi ini memperkuat posisi industri motor dalam mendukung pembangunan nasional. Selain memenuhi kebutuhan pasar, hal ini juga mendorong pertumbuhan industri komponen lokal. Dampaknya, sektor kendaraan roda dua semakin resilient terhadap fluktuasi pasar dan ketatnya persaingan internasional.

Prospek Industri Motor Roda Dua ke Depan

Industri motor roda dua diprediksi tetap tangguh menghadapi tantangan 2026. Stabilitas produksi, pertumbuhan penjualan, dan ekspor menjadi indikator utama daya tahan industri. Pelaku usaha terus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan regulasi untuk menjaga kinerja positif.

Investasi, inovasi, dan penggunaan komponen lokal menjadi kunci keberlanjutan industri. Perusahaan seperti TVS membuktikan bahwa strategi ini mampu mendorong ekspor sekaligus memperkuat pasar domestik. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi pengembangan industri motor roda dua Indonesia ke depan.

Dengan ketahanan yang tinggi, industri motor roda dua tidak hanya menjadi penggerak ekonomi nasional, tetapi juga simbol kemampuan manufaktur Indonesia bersaing di kancah global. Inovasi dan kualitas produk terus menjadi fokus untuk menghadapi pasar yang dinamis dan menuntut standar tinggi.

Terkini