Bank Indonesia Diprediksi Stabilkan Suku Bunga Bulan Februari 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:35:04 WIB
Bank Indonesia Diprediksi Stabilkan Suku Bunga Bulan Februari 2026

JAKARTA - Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen. 

Keputusan ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Para pelaku pasar menilai langkah ini sejalan dengan kondisi ekonomi domestik yang masih sensitif terhadap arus modal.

Kebijakan BI tetap konservatif meski tekanan terhadap rupiah mulai mereda. Stabilitas BI-Rate menjadi indikator kunci untuk menjaga keseimbangan ekonomi. Investor menunggu sinyal kebijakan untuk menilai peluang masuk modal asing.

Pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari menjadi perhatian pasar. Keputusan suku bunga akan memengaruhi pergerakan pasar keuangan domestik. Para ekonom menekankan pentingnya pengawasan terhadap volatilitas rupiah.

Alasan Ekonomi di Balik BI-Rate Stabil

Nilai tukar rupiah masih berpotensi mengalami tekanan meskipun telah menunjukkan tanda stabilisasi. BI mempertahankan suku bunga untuk mencegah gejolak lebih lanjut di pasar valas. Upaya ini juga untuk menjaga daya tarik surat berharga negara bagi investor.

Selisih imbal hasil (yield differential) menjadi pertimbangan utama. BI perlu memastikan surat berharga tetap kompetitif tanpa membebani anggaran bunga negara. Strategi ini penting untuk menjaga minat investor asing masuk ke pasar domestik.

Dengan stabilitas BI-Rate, arus modal dapat lebih terprediksi. Investor mendapatkan kepastian mengenai imbal hasil investasi di Indonesia. Kondisi ini mendukung perencanaan ekonomi jangka menengah pemerintah dan pelaku usaha.

Pandangan Ekonom Mengenai Suku Bunga

Para ekonom menilai BI-Rate masih akan dipertahankan. Mereka melihat bahwa ruang untuk penurunan suku bunga masih terbatas. Potensi pelonggaran hanya akan muncul jika rupiah menguat dan aliran modal kembali positif.

Kepala ekonom menekankan pentingnya menunggu sinyal masuknya modal asing. Aliran modal ini akan memengaruhi keputusan BI dalam menyesuaikan kebijakan moneter. Skenario penurunan suku bunga kemungkinan akan dilakukan secara bertahap.

Selain itu, kestabilan rupiah menjadi faktor utama dalam menentukan arah kebijakan moneter. Pergerakan mata uang Garuda yang lebih stabil memberi BI peluang untuk mempertahankan suku bunga. Ekonom menekankan perlunya kehati-hatian agar inflasi tetap terkendali.

Dampak BI-Rate Stabil bagi Pasar

Stabilitas suku bunga memberikan kepastian bagi pasar keuangan domestik. Investor bisa merencanakan strategi jangka pendek dan menengah dengan lebih tenang. Nilai tukar yang relatif stabil menurunkan risiko fluktuasi mendadak terhadap perdagangan dan investasi.

Pasar obligasi dan saham juga akan merespons kebijakan ini. Tenor surat berharga pemerintah diperkirakan akan tetap menarik bagi investor. Peningkatan likuiditas menjadi potensi positif bagi pertumbuhan sektor keuangan.

Selain itu, pelaku usaha dapat memprediksi biaya modal dengan lebih baik. Pinjaman usaha dan pembiayaan investasi menjadi lebih terukur. Kondisi ini membantu pengambilan keputusan bisnis agar arus kas tetap sehat.

Prospek Penurunan Suku Bunga di Masa Depan

Jika tekanan rupiah terus mereda, BI mungkin mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga. Aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar domestik menjadi faktor penentu. Pelonggaran suku bunga akan dilakukan secara hati-hati agar stabilitas tetap terjaga.

Langkah ini juga menyesuaikan dengan tren global, khususnya kebijakan moneter The Fed. Penurunan suku bunga AS akan memberi ruang bagi BI untuk menyesuaikan strategi. Dengan demikian, rupiah dan pasar keuangan domestik dapat merespons secara positif.

Para ekonom menyarankan agar keputusan ini dijalankan secara bertahap. Penurunan yang terlalu cepat berpotensi menimbulkan volatilitas. Strategi yang terukur penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Kebijakan BI yang stabil menjadi sinyal positif bagi pasar domestik. Investor mendapatkan kepastian arah kebijakan moneter. Pelaku usaha pun dapat memanfaatkan kepastian ini untuk perencanaan investasi dan ekspansi usaha.

Dengan mempertahankan BI-Rate, Bank Indonesia menegaskan komitmen menjaga stabilitas moneter. Kebijakan ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pelaku pasar dan masyarakat dapat merencanakan aktivitas ekonomi dengan lebih percaya diri.

Terkini